Brake Shoe Assy adalah komponen utama pada sistem pengereman tromol yang bertugas menekan permukaan drum untuk menghasilkan gaya pengereman. Pada kendaraan besar seperti Hino 260TI atau Fuso 220PS, kerja brake shoe sangat berat karena menahan beban yang besar setiap kali kendaraan melakukan deselerasi.
Seiring pemakaian, brake shoe akan mengalami keausan alami. Jika tidak diperiksa secara rutin dan dibiarkan aus terlalu tipis, kondisi ini dapat berdampak serius terhadap keselamatan pengemudi, kendaraan, dan pengguna jalan lainnya. Berikut penjelasan lengkap mengenai bahaya brake shoe yang aus.
1. Jarak Pengereman Menjadi Lebih Panjang
Brake shoe yang sudah tipis tidak mampu memberikan gesekan optimal terhadap drum. Akibatnya, daya cengkeram menurun dan kendaraan membutuhkan jarak yang lebih panjang untuk berhenti.
Pada truk bermuatan berat, peningkatan jarak pengereman beberapa meter saja sudah sangat berbahaya—terutama di jalan menurun atau saat kondisi darurat.
2. Rem Menjadi Kurang Responsif
Brake shoe yang aus membuat respons rem menjadi lambat atau terasa tunda (delay). Saat pedal rem diinjak, gaya gesek yang dihasilkan tidak secepat kondisi normal.
Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan pengemudi dalam mengontrol kendaraan, terutama pada kecepatan tinggi atau kondisi jalan licin.
3. Risiko Overheating (Panas Berlebih)
Permukaan brake shoe yang tipis lebih cepat panas karena kurang mampu menyerap dan melepas suhu gesekan. Overheating pada sistem rem dapat menyebabkan:
- drum rem memuai
- permukaan brake shoe mengeras
- rem menjadi ngempos atau hilang tenaga
Overheating adalah salah satu penyebab utama rem blong pada kendaraan berat.
4. Timbul Getaran dan Bunyi Gesekan Berbahaya
Brake shoe yang aus tidak lagi menekan drum dengan permukaan rata. Akibatnya muncul getaran, bunyi berdecit, atau suara gesekan logam.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini dapat mengikis drum lebih cepat sehingga menambah biaya perbaikan.
5. Kerusakan Pada Drum Brake
Ketika kampas brake shoe sudah habis, lapisan logamnya akan langsung bergesekan dengan dinding drum. Hal ini dapat menyebabkan:
- drum tergores dalam
- permukaan drum tidak rata
- drum tidak bisa dibubut lagi
Kerusakan drum meningkatkan risiko rem blong sekaligus memperbesar biaya perbaikan.
6. Meningkatnya Konsumsi Angin Pengereman
Pada kendaraan berat, sistem rem menggunakan angin (air brake). Brake shoe yang aus memaksa brake chamber bekerja lebih keras untuk menghasilkan tekanan yang sama.
Konsumsi angin meningkat dan dapat menyebabkan sistem kehabisan tekanan saat pengereman berturut-turut, yang sangat berbahaya pada jalan turunan.
7. Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi
Semua efek di atas berkontribusi langsung pada kemungkinan kecelakaan, terutama:
- gagal berhenti tepat waktu
- rem blong saat menurun
- kendaraan tidak stabil saat rem mendadak
- pengemudi kehilangan kontrol saat muatan berat
Kerusakan kecil pada brake shoe dapat berujung pada bahaya besar jika tidak ditangani segera.
8. Membahayakan Pengguna Jalan Lain
Tidak hanya membahayakan pengemudi sendiri, brake shoe aus juga dapat menyebabkan kecelakaan berantai, terutama truk yang membawa muatan besar. Kecepatan henti yang tidak presisi membuat truk sulit menghindari kendaraan di depan.
Kesimpulan
Brake Shoe Assy yang aus bukanlah masalah sepele. Kondisi ini dapat mengurangi performa pengereman secara drastis dan menjadi salah satu faktor paling berisiko dalam kecelakaan kendaraan besar. Untuk menjaga keselamatan, lakukanlah:
- pengecekan rutin setiap 10.000–15.000 km
- penggantian brake shoe sebelum kampas benar-benar habis
- pemeriksaan drum dan mekanisme rem lainnya
- penggunaan brake shoe berkualitas seperti Ganjo RR atau OEM setara
Dengan perawatan tepat, sistem pengereman tetap optimal dan keselamatan berkendara jauh lebih terjaga.
