Hubungi kami +62813-8800-7072

THE BEST VALUE SPARE PARTS BRAND FOR YOUR TRUCK

Cara Cek Coolant di Surge Tank: Lebih Aman & Praktis

Salah satu kesalahan umum para pemilik mobil adalah terlalu sering membuka tutup radiator untuk memeriksa air pendingin (coolant). Padahal, hal ini justru bisa berisiko menyebabkan tekanan tinggi keluar secara tiba-tiba dan menimbulkan luka bakar.
Nah, kabar baiknya, Anda tidak perlu membuka tutup radiator untuk mengecek kondisi coolant. Cukup gunakan surge tank atau tabung reservoir radiator yang sudah terpasang di sebagian besar mobil modern.

Berikut beberapa tips mudah dan aman untuk memeriksa kondisi coolant melalui surge tank.

1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Dingin

Sebelum memeriksa, pastikan mesin benar-benar dingin. Saat mesin panas, tekanan dalam sistem pendingin masih tinggi dan bisa menyebabkan semburan cairan panas jika tutup radiator atau surge tank dibuka.

Tunggu minimal 30 menit setelah mesin dimatikan sebelum melakukan pengecekan.

2. Cek Level Coolant di Surge Tank

Surge tank biasanya terbuat dari plastik transparan atau semi-transparan sehingga Anda bisa melihat level cairan coolant dari luar.
Perhatikan dua tanda penting pada tabung:

  • FULL / MAX → Batas atas level cairan saat mesin dingin
  • LOW / MIN → Batas bawah level cairan

Jika cairan berada di antara dua batas tersebut, berarti level coolant Anda masih aman.
Namun, bila di bawah tanda LOW, segera tambahkan coolant sesuai rekomendasi pabrikan.

3. Perhatikan Warna Coolant

Coolant memiliki warna tertentu, seperti hijau, merah, biru, atau kuning, tergantung jenisnya.
Warna yang keruh, kecokelatan, atau kehitaman menandakan adanya kontaminasi karat, oli, atau kerak logam di sistem pendingin.
Jika hal ini terjadi, sebaiknya lakukan flushing radiator dan penggantian coolant baru.

4. Amati Gelembung atau Endapan di Tabung

Lihat dengan saksama permukaan cairan di dalam surge tank. Jika Anda melihat gelembung udara yang terus muncul meski mesin sudah dingin, bisa jadi ada kebocoran pada sistem pendingin atau gasket kepala silinder (head gasket).
Sementara itu, jika terdapat endapan putih atau kerak di dasar tabung, menandakan coolant sudah lama tidak diganti atau kualitasnya menurun.

5. Periksa Kondisi Fisik Surge Tank

Pastikan tabung surge tank tidak retak, bocor, atau menguning parah.
Tabung yang retak bisa menyebabkan coolant menguap atau bocor perlahan, yang akhirnya membuat mesin cepat panas.
Selain itu, periksa juga selang penghubung antara radiator dan surge tank agar tidak kendur atau pecah.

6. Gunakan Coolant Sesuai Rekomendasi

Jika Anda perlu menambah cairan, gunakan coolant dengan tipe dan warna yang sama seperti yang sudah ada di sistem pendingin.
Jangan mencampur jenis coolant berbeda, karena bisa menimbulkan reaksi kimia yang menyebabkan endapan dan menurunkan efisiensi pendinginan.

Kesimpulan

Mengecek kondisi coolant tidak selalu harus membuka tutup radiator. Dengan memanfaatkan surge tank, Anda bisa mengevaluasi level, warna, dan kebersihan cairan pendingin secara aman dan praktis.
Lakukan pemeriksaan ini secara rutin seminggu sekali untuk memastikan sistem pendingin bekerja optimal dan mencegah risiko overheating pada mesin.

Artikel Lainnya

x